Adab Membaca Al-Quran

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin tentang adab-adab membaca Al-Qur’an terbagi menjadi dua, yaitu yang berkaitan dengan jasadiyyah(lahir) dan batiniyyah(batin). Adapun yang berkaitan dengan batin mencakup antara lain: memahami, membesarkan kalimat Allah SWT, menghadirkan hati, memprehalus perasaan dan membersihkan jiwa.

Adapun yang berkaitan dengan lahir yaitu:

1. Disunnahkan berwudhu dan dalam keadaan bersih atau suci dari segala hadas karena yang dibaca adalah kalam Allah ‘azza wa jalla’.

2. Mulut dan gigi hendaknya dibersihkan terlebih dahulu dan setelahnya mengambil Al-Qur’an dengan tangan kanan.

3. Disunnahkan membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih seperti rumah, mushola, masjid dan lain-lain.

4. Disunnahkan membaca ta’awwudz, yaitu memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terbebas dari godaan syaitan.

5. Disunnahkan menghadap kiblat, membaca dengan tenang dan berpakaian yang sopan.

6. Disunnahkan membacanya dengan tartil, dan tidak tergesa-gesa sesuai firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Muzammil ayat 4, Al-Qiyamah ayat 16 dan Thaha ayat 114:
Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”.

7. Memperindah bacaan atau memerdukan suara dalam membaca Al-Qur’an. Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak mengizinkan sesuatu seperti yang Dia izinkan kepada seorang nabi yang bagus suaranya, dimana beliau melagukan Al-Qur’an dengan keras” (H.R Bukhari & Muslim).

8. Khusyu’ dan teliti pada setiap ayat yang dibaca. Firman Allah SWT:
Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci” (Q.S Muhammad ayat 24).

9. Ketika membaca Al-Qur’an, hendaknya dalam keadaan serius, tidak main-main, tertawa, atau memutuskan bacaan hanya karena ingin berbicara dengan orang lain.

Sumber : Modul Tim BBQ UKMI Ar-Rahman Univ. Teknokrat Indonesia

Komentar